Snippet
Tampilkan postingan dengan label Olahraga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Olahraga. Tampilkan semua postingan
Sriwijaya Post - Jumat, 28 Januari 2011 17:07 WIB

PALEMBANG, SRIPOKU.COM - Pemain asal Liberia Zah Rahan Krangar mengatakan tidak pernah melupakan Sriwijaya FC. Dia tetap respek kepada klub berjuluk Laskar Wong Kito itu. Gelandang Persipura ini pun akan menyambut hangat kedatangan Keith Kayamba Gumbs cs.

"Meski di Persipura, saya masih tetap berkomunikasi dengan teman-teman di sana. Sebab masih ada Gumbs di sana dan beberapa teman lainnya," kata Zah Rahan, Jumat (28/1).

Menurut Zah, sebelum berangkat Gumbs pun sudah berkomunikasi dengan dirinya. Dia pun mengaku kekuatan SFC lebih baik dari musim lalu dan secara umum banyak mengalami perubahan.

"SFC banyak mengalami perubahan, jika ditanya seberapa kuat SFC, maka saya katakan mereka lawan yang tangguh," jelas Zah.

Meski tetap respek, Zah sapaannya akan tetap profesional ketika berada di lapangan. Baginya sudah selayaknya memberikan yang terbaik bagi Persipura, klub yang kini dibelanya.

"Saya tetap profesional, kami tetap akan berjuang keras untuk meraih poin. Saya yakin kami bisa memenangkan pertandingan ini," jelasnya.PALEMBANG--Pemain asal Liberia Zah Rahan Krangar mengatakan tidak pernah melupakan Sriwijaya FC. Dia tetap respek kepada klub berjuluk Laskar Wong Kito itu. Gelandang Persipura inipun akan menyambut hangat kedatangan Keith Kayamba Gumbs cs.
"Meski di Persipura, saya masih tetap berkomunikasi dengan teman-teman di sana. Sebab masih ada Gumbs disana dan beberapa teman lainnya," kata Zah Rahan, Jumat (28/1).
Menurut Zah, sebelum berangkat Gumbs pun sudah berkomunikasi dengan dirinya. Dia pun mengaku kekuatan SFC lebih baik dari musim lalu dan secara umum banyak mengalami perubahan."SFC banyak mengalami perubahan, jika ditanya seberapa kuat SFC, maka saya katakan mereka lawan yang tangguh," jelas Zah.
Meski tetap respek, Zah sapaannya akan tetap profesional ketika berada di lapangan. Baginya sudah selayaknya memberikan yang terbaik bagi Persipura, klub yang kini dibelanya."Saya tetap profesional, kami tetap akan berjuang keras untuk meraih poin. Saya yakin kami bisa memenangkan pertandingan ini," jelasnya.
Sumber berita : sripoku.com Sumber gambar:Goal
VIVAnews -  Konflik para pelaku sepakbola menarik untuk dicermati. Persaingan di antara mereka sering tidak disadari memantul balik pada dirinya. Bukan pernyataan simpati yang didapat, bisa jadi menjadi bahan tertawaan karena terkean munafik.

Berikut adalah 20 contoh kemunafikan dalam sepakbola internasional yang dirangkum yahoo sport.

10.Mantan pelatih Inggris Sven Goran Eriksson mengkritik Arab Saudi karena terlalu sering berganti pelatih. Dan pelatih yang akhirnya menerima pekerjaan itu hanya mengincar gaji besar saja. (Dalam waktu kurang lebih 10 tahun, Eriksson berganti enam klub berbeda. Ketika akhirnya menangani Inggris di tahun 2001-2006, dia dituding menerima gaji terlalu besar).

9.Mantan pelatih Inter Milan Rafael Benitez menyatakan kalau saja dia punya uang sebanyak seperti di Liverpool, maka dia bisa saja meraih sukses. (Rafa memang sukses di Liga Champions bersama Liverpool, tapi suntikan dana sebesar apa pun tetap gagal membawa gelar Premier League).

8. Pemain Manchester City James Milner menertawakan harga jual Darren Bent ke Aston Villa sebesar 24 juta Pound. Milner menyebutnya 'perampokan' karena terlalu mahal. (Milner akhirnya dibeli City dari Villa dengan harga 26 juta Pound, padahal menurut para pengamat harga Milner tidak lebih dari 8 juta Pound).

7. Mantan pelatih timnas Perancis Raymond Domenech melaporkan mantan pelatih Argentina Diego Maradona sebagai 'orang gila'. (Domenech bertikai dengan Nicholas Anelka dan membuat tim Perancis 'gila' dengan melakukan mogok latihan di Piala Dunia 2010. Selepas perhelatan akbar itu, Domenech dipecat).

6. Media Inggris, Sky Sports, menuding La Liga (Liga Spanyol) melakukan publisitas berlebihan. (Sky Sports memiliki publisitas lebih tinggi dibanding media lain di Eropa).

5. Manajer Tottenham Hotspur Harry Redknapp memberi info pada pihak Kepolisian soal Luciano Moggi (mantan Presiden Juventus) dan Massimo Moratti (Presiden Inter Milan) karena beberapa proses transfer yang 'cerdik'. (Di tahun 2006, Redknapp pernah dituding mendekati pemain dengan cara ilegal. Setahun kemudian, Redknapp ditahan polisi atas tuduhan penggelapan uang dan akunting).

4. Pemain asal Belanda Nigel de Jong menyebut gelandang Newcastle United Joey Barton 'penjahat' karena bermain kasar. (De Jong dicoret dari timnas Belanda setelah mematahkan kaki pemain Newcastle Hatem Ben Arfa. Sebelumnya, De Jong juga menendang dada Xabi Alonso di Final Piala Dunia 2010 ).

3. Legenda Brasil Pele mengkritik Nostradamus karena membuat prediksi liar. (Pele selalu melemparkan prediksi dan kerap salah).

2. Pemain Nigeria Obafemi Martins meminta Hendry Thomas dan Rodney Strasser untuk berhenti berbohong soal usia mereka. (Di tahun 2006, Federasi Sepakbola Nigeria memasukkan tahun lahir Martins sebagai 1978. Bukannya 1984 seperti yang selama ini diklaim. Meski kemudian hal itu diakui sebagai kesalahan teknis, banyak pihak yang meragukan kejujuran Martins).

1. Pemilik Manchester City Sheikh Mansour bin Zayed Al Nahyan menuding Presiden Real Madrid Florentino Perez sebagai penghancur sepakbola karena terlalu banyak membuang uang di bursa transfer pemain. (Sheikh mengucurkan dana 32,5 juta Pound untuk Robinho dan gaji 160 ribu Pound per pekan di tahun 2008. Menjadikan Robinho sebagai pemain termahal di musim itu. Namun, Robinho hanya bertahan dua musim sebelum akhirnya pindah ke AC Milan). sj
NO PAIN NO GAIN!!
mungkin kita sering mendengar peribahasa tsb bro. Tp memang benar! tidak ada rasa sakit maka gak mendapat apa-apa!
maksud nya adalah setiap apapun yg ingin kita raih perlu usaha keras untuk mendapatkan nya (ibarat nya rasa sakit).
dan berikut adalah THE REAL PAIN: cidera di berbagai bidang olah raga, tdk hanya sepak bola!

Basket:



 Angkat Besi










Hoki



American Football :















baseball





soccer






























Sumber : kaskus.us

VIVAnews - Bukan cuma perang gol, dunia sepak bola juga ditaburi perang kata-kata.  Antar pemain, bahkan kerap juga antar pelatih, saling menghujat di muka umum, lewat media massa. Perang kata-kata itu memperuncing persaingan, sekaligus membuat sepak bola penuh greget dan tetap menarik buat penggemar.
Banyak pula pemain dan mereka yang menghidupi dunia sepak bola menerbitkan pernyataan yang membuat publik tertawa terbahak-bahak. Ada yang karena pernyataan itu memang lucu, tapi banyak juga yang ditertawakan sebab si pemain yang menghujat jauh lebih buruk dari pemain yang dihujat.
Berikut adalah 20 contoh kemunafikan dalam sepakbola internasional yang dirangkum yahoo sport.

20.Striker Juventus Amauri mengatakan bahwa Wayne Rooney tidak cukup banyak mencetak gol.(Amauri sendiri sudah hampir tiga tahun di Juventus dan hanya mencetak 17 gol).

19.Pelatih timnas Jerman Joachim Low menertawakan kiper Juegen Klopp karena selalu menggunakan baju yang sama. (Loew selalu menggunakan jas hitam dan kemeja yang sama sepanjang Piala Dunia 2010).

18.Aliaksandr Hleb menasihati Cesc Fabregas untuk pergi dari Arsenal untuk bergabung dengan Barcelona agar karirnya tidak hancur. (Selepas Hleb pindah ke Barca, karirnya mentok dan kini dipinjamkan ke dua klub berbeda).

17.Maurizio Zamparini (Chairman Palermo) mengkritik Aurelio De Laurentiis (Chairman Napoli) karena terlalu sering memecat pelatih. (Zamparini gemar memecat pelatih klubnya sendiri).

16.Byron Moreno (wasit asal Ekuador) mencibir Howard Webb (wasit Inggris) sebagai wasit menyedihkan. (Moreno ditangkap polisi di Amerika Serikat setelah tertangkap menyelundupkan heroin dengan menempelkannya ke tubuh).

15.Striker Liverpool Fernando Torres menyarankan Jefferson Farfan (striker Schalke 04) agar lebih keras berusaha di lapangan. (Torres sendiri kerap dikritik kurang gigih mencari bola di lapangan tengah).

14.Arjen Robben mengeluh kalau rekan setimnya di Bayern Munich, Franck Ribery, terlalu sering cedera. (Masih ingat julukan 'Manusia Kaca' yang disematkan ke Robben? Itu karena dia terlalu ringkih untuk cedera).

13.Pelatih AS Roma Claudio Ranieri mengajari manajer Arsenal Arsene Wenger untuk memenangi kejuaraan agar dianggap sebagai manajer yang hebat. (Ranieri tidak pernah membawa klubnya juara Liga lokal selain juara Serie B di tahun 90-an).

12.Kapten Chelsea John Terry menyebut striker Manchester City Mario Balotelli 'tidak bermoral' setelah selingkuh dari pacarnya. (Terry malah ketahuan selingkuh dengan mantan pasangan sahabatnya. Skandal ini juga membuat Terry dicopot dari jabatannya sebagai Kapten timnas Inggris).

11.Presiden AC Milan Silvio Berlusconi mengkritik Antonio Cassano karena berhubungan dengan gadis remaja. (Berlusconi merupakan 'buaya' nomor satu di Italia setelah ketahuan mengadakan pesta seks di rumah mewahnya. Salah satu wanita yang terlibat dalam pesta itu adalah penari perut asal Maroko berusia 17 tahun).
Selalu ada pemain-pemain hebat yang bermain di Piala Dunia, namun tidak semua pemain hebat tersebut dapat menjadi legenda. Sepuluh pemain di bawah ini merupakan beberapa di antara pemain-pemain hebat yang akan terus dikenang sepanjang masa.
Prestasi mereka dan sumbangsih mereka bagi negara di gelaran Piala Dunia tidak perlu diragukan lagi, dan karena dua hal tersebutlah mereka layak mendapat gelar legenda terbesar Piala Dunia. Siapa saja mereka?
11. Bobby Charlton (Inggris)
Bobby Charlton adalah ksatria sejati Inggris. Mungkin jika Charlton tidak pernah ada, Inggris juga tidak akan pernah menjuarai satu pun turnamen internasional. Ya, gelar Piala Dunia 1966 yang diraih Inggris memang tidak lepas dari peran penting Bobby Charlton di lini depan.
Dengan tinggi hanya 173 cm, Charlton sangat mengandalkan kecepatannya untuk memimpin penyerangan Inggris di Piala Dunia 1966. Tidak hanya mampu mendistribusikan bola dengan luar biasa, Bobby Charlton juga memiliki insting mencetak gol yang luar biasa. Rekor 49 gol dalam 105 penampilannya bagi Inggris masih menjadi rekor gol terbanyak dalam sejarah Inggris, yang bahkan tidak mampu disamai oleh Gary Lineker sekali pun.

Charlton berpartisipasi di empat Piala Dunia. Walaupun tidak diturunkan sama sekali di Piala Dunia 1958, Bobby Charlton menjadi tumpuan timnas Inggris di tiga Piala Dunia selanjutnya. Puncaknya tentu saja ketika Charlton membawa Inggris menjadi juara Piala Dunia pada tahun 1966.
Saat itu Charlton berumur 28 tahun, umur emas bagi seorang  pesepakbola. Di final melawan Jerman, Charlton harus bertarung melawan Beckenbauer muda, yang akhirnya harus mengakui kehebatan Sir Bobby. ”Inggris mampu mengalahkan kami di 1966 karena Charlton hanya sedikit lebih baik daripada saya pada saat itu,” puji Sang Kaisar.
10. Eusebio (Portugal)
Jauh sebelum era Luis Figo apalagi Cristiano Ronaldo, Portugal memiliki seorang legenda bernama Eusebio. Kelebihan pemain yang berjuluk ‘Black Panther’ ini adalah akselerasi dan dribelnya yang seperti kucing, ditambah lagi dengan kemampuannya dalam menembak bola ke gawang.
Terlahir di Mozambik, Eusebio dapat disebut sebagai pemain terhebat yang pernah dimiliki Portugal sampai saat ini berkat penampilan gemilangnya di Piala Dunia 1966. Eusebio membawa Portugal meraih posisi ketiga di akhir turnamen sekaligus mencatatkan namanya sebagai pencetak gol turnamen sehingga berhak membawa pulang sepatu emas. Berkat sembilan gol yang dicetaknya sepanjang Piala Dunia 1966 itu pula membuatnya mendapatkan gelar pemain terbaik turnamen.

Momen terbaiknya tentu saja terjadi di pertandingan melawan Korea Utara di babak perempat-final. Tertinggal tiga gol terlebih dahulu, Portugal akhirnya bangkit lewat empat gol yang dicetak Eusebio hingga akhirnya mampu menang 5-3 di akhir pertandingan. “Piala Dunia 1966 merupakan titik tertinggi dalam kareir saya. Kami mungkin kalah di semi-final, namun sepakbola Portugal adalah pemenang besar,” ujar sang legenda.
9. Lothar Matthaeus (Jerman)
Matthaeus adalah pemegang rekor penampilan terbanyak di Piala Dunia, 25 pertandingan dalam lima Piala Dunia berturut-turut. Selain itu, dia adalah satu-satunya pemain selain kiper Meksiko Antonio Carbajal yang mampu bermain di lima Piala Dunia sepanjang kariernya.
Walaupun perannya tidak terlalu terasa di Piala Dunia 1982, Matthaus menjadi pemain penting bagi Jerman di Piala Dunia 1986. Beckenbauer yang saat itu menjadi pelatih mempercayakan satu posisi di lini tengah Jerman diisi oleh Matthaeus, yang saat itu bahu membahu bersama Felix Magath di posisi tersebut. Jerman berhasil dibawanya melaju ke final sebelum akhirnya dihancurkan Argentina 3-2. Mengecewakan memang, tetapi itulah awal kesuksesan besar Matthaeus. Menjadi kapten sejak tahun 1987, Matthaeus sukses membawa Jerman menjadi juara di Piala Dunia 1990. Sukses Jerman ini tak lepas dari peran sentral Matthaeus di lini tengah, dan hasilnya Matthaeus diganjar berbagai penghargaan individual seperti Pemain Terbaik Jerman 1990, Pemain Terbaik Eropa 1990, dan Pemain Terbaik Dunia 1990. Satu tahun kemudian, dia menjadi pemain pertama yang meraih FIFA World Player.

8. Ronaldo (Brasil)

Inilah striker terbaik yang dimiliki Brasil dalam dua dekade terakhir. Ronaldo Luis Nazario de Lima atau yang biasa disebut Ronaldo adalah pemegang rekor pencetak gol terbanyak di Piala Dunia hingga saat ini. Pertama kali muncul di Piala Dunia 1994 sebagai seorang anak muda berumur 17 tahun, Ronaldo mencapai puncak kejayaannya di Piala Dunia pada tahun 2002 ketika Brasil sukses menjadi juara dunia untuk kali kelima. Ronaldo menjadi bintang turnamen, mencatatkan delapan gol untuk mendapatkan sepatu emas yang merupakan simbol pencetak gol terbanyak.
Ronaldo mencatatkan namanya dalam sejarah Piala Dunia ketika mencetak satu gol di pertandingan babak 16 besar Piala Dunia 2006 Brasil melawan Ghana. Gol tersebut merupakan gol ke-15 Ronaldo di Piala Dunia, memecahkan rekor 14 gol Gerd Mueller yang telah bertahan selama lebih dari tiga dekade. Selain itu dirinya tercatat sebagai pemain ke-20 yang mampu mencetak gol di tiga kesempatan Piala Dunia, dan pemain kedua setelah Juergen Klinsmann yang mampu mencetak minimal tiga gol dalam masing-masing Piala Dunia di tiga kesempatan. Tak salah jika orang menjulukinya sebagai sang Fenomena.
7. Ferenc Puskas (Hongaria)
Ferenc Puskas adalah pemain terbaik yang pernah dimiliki Hongaria, sang penguasa sepakbola dunia pada awal 1950-an. Tim yang saat itu berjuluk ‘Magical Magyars’ ini adalah salah satu tim terbaik yang pernah ada di dunia, namun sayangnya tak pernah menjuarai Piala Dunia.  Satu-satunya Piala Dunia yang diikuti Puskas bersama Hongaria adalah Piala Dunia 1954 di Swiss. Pada saat itu, Hongaria adalah salah satu tim favorit juara.
Kekuatan utama Hungaria pada saat itu adalah lini depannya yang menakutkan terutama sang bintang Ferenc Puskas. Walaupun tubuhnya pendek kekar dan kurang kuat di udara, catatan golnya bersama tim nasional benar-benar luar biasa, 84 penampilan dengan 83 gol.
Pada Piala Dunia 1954 itu, Hongaria berhasil mencapai final dan menantang Jerman yang pada penyisihan dikalahkan 8-3. Hampir semua orang yakin Hongaria akan menang mudah pada partai final ini, namun pada kenyataannya mereka harus menerima kekalahan 2-3 walaupun telah unggul dua gol terlebih dahulu di awal pertandingan. Puskas yang pada pertandingan itu belum 100 persen fit karena cedera berhasil mencetak satu gol. Walaupun harus menelan kegagalan besar itu, Hongaria harus bangga karena Puskas diakui sebagai salah satu pemain terbaik dalam sejarah Piala Dunia.
6. Michel Platini (Prancis)
Tahukah Anda, Prancis gagal tampil di dua Piala Dunia berturut-turut, yaitu 1970 dan 1974? Ya, tim ‘ayam jago’ ini memang selalu gagal lolos ke babak final Piala Dunia sejak 1966, hingga akhirnya seorang Michel Platini yang mengenakan nomor punggung 10 dan berperan sebagai playmaker di timnas Perancis membawa negaranya kembali lolos ke Piala Dunia pada tahun 1978. Platini pula yang membawa Prancis meraih prestasi cukup membanggakan di dua Piala Dunia selanjutnya, yaitu Piala Dunia 1982 dan Piala Dunia 1986. Dengan kemampuannya membaca permainan, teknik tingkat tinggi, dan ketajamannya di depan gawang lawan, Platini membawa Perancis meraih posisi keempat Piala Dunia 1982 dan peringkat ketiga Piala Dunia 1986.
Sejak kehadiran Platini pula Prancis diperhitungkan sebagai salah satu tim berbahaya di daratan Eropa, apalagi setelah keberhasilannya membawa Prancis menjadi juara Eropa pada tahun 1984. Walaupun Platini tidak berhasil mengangkat gelar Piala Dunia sepanjang kariernya, namun Platini tetap dianggap sebagai salah satu pemain legendaris Piala Dunia.
5. Johan Cruyff (Belanda)
Jika ada pertanyaan siapakah legenda terbesar Belanda di Piala Dunia, jawaban yang paling tepat tentu bukan Marco van Basten atau Ruud Gullit, tetapi Johan Cruyff. Cruyff memang tidak pernah membawa Belanda menjuarai satu turnamen pun sepanjang kariernya. Kesuksesan terbesarnya hanya membawa timnya menjadi runner-up Piala Dunia 1974, satu-satunya Piala Dunia sepanjang kariernya. Namun kehadirannya di turnamen tersebut dan kesuksesannya memimpin Belanda ke tempat tertinggi dalam sejarah keikutsertaan mereka di Piala Dunia dengan permainan tim total football yang sangat terkenal itu membuat sosok Cruyff rasanya layak disandingkan dengan legenda-legenda seperti Pele, Diego Maradona, dan Franz Beckenbauer.
Visinya yang luar biasa dan kreatifitasnya sebagai playmaker tim Oranje membawa Cruyff menjadi salah satu pemain terbesar Piala Dunia. Total Football, permainan menyerang yang sangat indah yang diusung Belanda di 1974 itu memang yang membantunya melegenda hingga saat ini. Dia adalah legenda terbesar Belanda sampai saat ini, dan total football yang dipimpinnya tak akan pernah terlupakan.
4. Zinedine Zidane (Prancis)
Terlahir dari pasangan imigran Aljazair di Marseille, Prancis, Zinedine Zidane tumbuh menjadi pesepak bola terbaik sejak era Michel Platini sekaligus idola baru Prancis di abad 21.
Terkenal sebagai gelandang flamboyan, Zidane menikmati kesuksesan di liga Prancis, Italia dan Spanyol. Tapi prestasinya yang paling diingat adalah ketika membela Prancis di Piala Dunia 1998 dan Jerman 2006. Dalam dua turnamen ini, karier Zidane mencapai titik tertingginya. Di Piala Dunia 2002 dia absen lantaran cedera dan Prancis tersingkir di fase grup.
“Secara teknis, saya pikir dia adalah raja dari dua hal yang penting dalam sepakbola – kontrol bola dan operan. Belum ada yang menyamainya dalam dua hal itu,” kata Platini mengomentari penampilan Zidane selama kariernya.
Penampilan Piala Dunia pertama Zidane tahun 1998 di mana Prancis menjadi tuan rumahnya awalnya kurang berjalan mulus. Zidane diusir wasit saat pertandingan melawan Arab Saudi yang akhirnya dimenangi Prancis. Hal ini membuatnya tidak bisa ikut bertanding melawan Paraguay.
Namun, suami dari Aime Jacquet ini mulai menunjukkan permainan terbaiknya saat Perancis mengalahkan Italia lewat adu penalti. Dia juga berjasa ketika tim ayam jantan menang melawan Kroasia 2-1 di semi-final dan akhirnya merebut Piala Dunia 1998 setelah mengalahkan Brasil 3-0.
Zidane tampil luar biasa saat final melawan Brasil. Dia meliuk membawa bola kearah kotak penalti untuk kemudian menyarangkan dua gol di babak pertama.
Saat penggemar Prancis merayakan pesta kemenangan di Champs-Elysees, Paris, wajah Zidane lah yang diproyeksikan ke Arc de Triomphe dan memukau orang-orang yang hadir di sana. Sebuah ikon nasional lahir.
Di final Piala Dunia 2006, menjelang akhir perpanjangan waktu, terjadilah insiden yang akan terus dikenang dunia. Tiba-tiba Zidane, yang terkenal santun di lapangan, menanduk dada bek Italia Marco Materazzi meski saat itu tak ada perebutan bola. Pemain Italia ini pun langsung menggeletak. Tanpa ampun, wasit mengeluarkan kartu merah untuk Zidane. Prancis pun akhirnya kalah adu penalti dari Italia yang menjadi juara.
Beberapa pekan setelah kejadian aneh itu, barulah terungkap penyebab tandukan itu. Itu pun disampaikan oleh kalangan yang ahli membaca gerak bibir karena Zidane tetap tak mau menyebutkan, provokasi apa yang dikatakan oleh Materazzi. Rupanya Zidane tersinggung atas provokasi Materazzi yang mengucapkan, bahwa adik perempuan Zidane adalah anak pelacur dan Zidane merupakan keturunan teroris.
3. Franz Beckenbauer (Jerman)

Dalam sejarah, hanya ada dua orang yang berhasil meraih gelar Piala Dunia sebagai pemain maupun pelatih, yaitu Mario Zagallo dan Franz Beckenbauer. Beckenbauer yang dijuluki Der Kaizer atau sang Kaisar lebih melegenda karena dia dianggap sebagai pemain belakang terbaik dalam sejarah dan perannya ketika menjadi pemain begitu sentral.  Beckenbauer sukses memimpin Jerman Barat menjadi juara Piala Dunia 1974 hanya tiga tahun setelah dipilih sebagai kapten tim. Di Piala Dunia terakhirnya ini pula Beckenbauer tercatat sebagai kapten pertama yang mengangkat Piala Dunia dengan desain yang terbaru, menggantikan piala Jules Rimet yang dimiliki secara permanen oleh Brazil di 1970.

Pada Piala Dunia 1990 di Italia, Beckenbauer kembali mengangkat Piala Dunia, kali ini sebagai pelatih timnas Jerman. Sebelumnya di Piala Dunia 1986, Beckenbauer juga sukses membawa Jerman ke final hingga akhirnya dikalahkan oleh Argentina dengan sang ikonnya, Diego Maradona.  Rasanya prestasi sang legenda akan sulit diulang oleh orang Jerman manapun, entah sampai kapan.
2. Diego Maradona (Argentina)
Rasanya tak ada satu pun pemain sepakbola selain Maradona yang dipuja layaknya Tuhan. Bagi sebagian besar orang, Maradona merupakan pemain terhebat sepanjang masa dan  bukannya Pele, yang mendapatkan gelar tersebut secara resmi oleh FIFA. Walaupun hidupnya dipenuhi kontroversi; mulai dari gol Tangan Tuhan, kecanduan alkohol, dan penggunaan obat-obatan terlarang hingga akhirnya harus diusir dari Piala Dunia 1994, Maradona selalu dipuja oleh penggemarnya.
Meksiko 1986 merupakan Piala Dunia terbaiknya dengan beberapa momen yang tak mungkin terlupakan. Momen terbaiknya tentu saja ketika Maradona berlari dari tengah lapangan melewati lima pemain Inggris sebelum akhirnya mencetak sebuah gol yang kelak disebut sebagai gol terbaik sepanjang masa. Gol yang dicetak ketika melawan Inggris di perempat-final Piala Dunia 1986 tersebut begitu indah, dan momen itu adalah yang terbaik dalam kariernya yang membuatnya dianggap Tuhan oleh sebagian orang Argentina yang mendirikan Gereja Maradona. Semua orang akan selalu mengingat kata-kata yang diucapkan sambil menangis oleh komentator Victor Hugo Morales ketika terjadi gol terindah sepanjang masa itu, “Gracias, Dios. Por el futbol, por Maradona, por estas lagrimas.. (Terima kasih Tuhan, untuk sepakbola, untuk Maradona, dan untuk airmata ini..)”
1. Pele (Brasil)
Pele pertama kali muncul di Piala Dunia pada tahun 1958 sebagai pemain muda berumur 17 tahun.  Dia mencetak gol pertamanya di Piala Dunia ketika bermain melawan Wales di perempat-final, pertandingan keduanya di Piala Dunia. Dengan usianya yang 17 tahun 239 hari, Pele dinobatkan sebagai pencetak gol termuda dalam sejarah Piala Dunia. Kehebatan Pele semakin terlihat ketika mencetak hat-trick di pertandingan semi-final melawan Perancis.  Sampai sekarang, Piala Dunia 1958 di Swedia dikenang sebagai awal mendunianya sang legenda.
Tak berlebihan rasanya jika FIFA sampai menjulukinya sebagai King of Football. Pernah mencetak delapan gol dalam satu pertandingan pada tahun 1964, Pele juga mencatatkan diri sebagai pemain yang pernah enam kali mencetak lima gol dalam satu pertandingan, 30 kali quattrick, dan tak kurang dari 92 kali hat-trick. Sepanjang karirnya, Pele membukukan 1.281 gol dalam 1363 pertandingan. Dengan statistik yang mengagumkan seperti itu, apalagi yang kurang dari seorang Pele? [rep]
Pelatih Real Madrid, Jose Mourinho menegaskan bahwa ia terlalu terikat dengan mantan klubnya, Inter Milan sehingga ia tak bakal menjadi pelatih sang rival, AC Milan.The Special One berhasil mengantar Los Blancos menang 2-0 atas Ajax Amsterdam di Liga Champions kemarin, dan ia berbicara kepada Mediaset seusai pertandingan.
Saat ditanya apakah ia mungkin mengikuti jejak Zlatan Ibrahimovic yang menyeberang ke kubu sang rival, Mourinho dengan enteng menjawab: "Saya bukan Ibra."
"Saya terlalu mencintai keluarga besar Inter untuk bias menjadi pelatih di AC Milan. Tapi sekali lagi, semuanya mungkin saja terjadi dalam sepak bola tetapi saya tak yakin akan menjadi seperti itu dengan Milan."
Mourinho meninggalkan Inter akhir musim lalu setelah membawa Nerazzurri mencatat gelar treble yang bersejarah di tahun keduanya sebagai pelatih, dan ia tak menampik kemungkinan untuk kembali ke San Siro di masa depan.
1. Gordon Banks (Inggris)

Gordon Banks adalah kiper paling hebat sepanjang masa versi Soccer Blog. Ia membuktikan dengan kemampuannya yang sungguh hebat dengan bakat yang luar biasa. Ia pernah menepis sundulan Pele pada piala dunia 1970 yang sudah 90% hampir masuk. Itu dinobatkan sebagai penyelamatan terhebat sepanjang masa dan Pele semdiri mengakuinya.


2. Lev Yashin (Uni Soviet/Russia)


Mungkin banyak orang yang belum pernah mendengar nama ini, karena pemain ini pun sudah meninggal. Ia memiliki refleks yang bagus dan cepat saat menepis bola. Selama berkarir dalam sepak bola, dia juga banyak memenangkan piala. Ia juga telah menepis lebih dari 150 tendangan penalti. Namun, pada tahun 1986 ia mengalami hal yang tragis. Cedera lutut kaki kanannya yang sangat parah, membuat dokter terpaksa mengamputasi kakinya dan empat tahun kemudian ia meninggal setelah mengalami komplikasi dalam pembedahan.

3. Peter Schmeichel (Denmark)


Peter Schmeichel merupakan kiper terhebat karena karirnya yang sukses dan
kemampuannya yang fantastis. Dengan badan tinggi besar, ia membawa Manchester United meraih treble winner pada musim 1997-1998 dan membawa Denmark juara Piala Eropa 1992. Ia pun juga telah mendapat predikat kiper terbaik dunia empat kali pada tahun 1992, 1993, 1997, 1999.

4. Dino Zoff (Italia)




Dino Zoff adalah salah satu legenda Italia dan Juventus. Ia juga merupakan salah satu kiper yang masih bermain pada saat usia 41 tahun untuk tim nasional dan clubnya. Ia pun telah mepersembahkan 6 gelar Serie A kepada Juventus dan 1 piala dunia kepada tim nasional italia.

5. José Luis Chilavert (Paraguay)


José Luis Chilavert mungkin adalah kiper profesional yang paling sering membuat gol. Terbukti dengan 67 gol yang sudah dibuatnya selama berkarir menjadi kiper. Pada tahun 1999, ia memecahkan sejarah dengan mencetak hat-trick pertama yang dilakukan oleh kiper. Dia juga telah mendapat gelar kiper terbaik tahhun 1995, 1997, dan 1998.

6. Van Der Sar (Belanda)




Van Der Sar memang salah satu kiper terhebat sepanjang masa. Ia masih bermain sampai umur 40 tahun (musim 2010-2011) untuk membela Manchester Uited. Bersama Paul Scholes dan Ryan Giggs yang sama-sama sudah tua, mengantarkan MU menjuarai berbagai gelar. Ia menjaga gawangnya dengan tubuh yang tinggi dan tangannya yang panjang.

7. Claudio Taffarel (Brazil)





Claudio Taffarel dinobatkan sebagai salah satu kiper terbaik sepanjang masa karena banyak gelar yang dipersembahkannya kepada tim nasional Brazil. Dengan membawa Brazil menang piala dunia 1994 dan membawa Brazil ke final pada 1998 (walaupun kalah 3-0 oleh Prancis di final) serta ia juga mengantarkan Brazil juara Copa America pada tahun 1989 dan 1997. Selain itu dia juga memiliki skill yang mumpuni sebagai kiper.

Masih di pencarian google and wikipedia, gw nemu Sedikit tentang sejarah Permainan Sepak Bola





Asal muasal sejarah munculnya olahraga sepak bola masih mengundang perdebatan. Beberapa dokumen menjelaskan bahwa sepak bola lahir sejak masa Romawi, sebagian lagi menjelaskan sepak bola berasal dari tiongkok. FIFA sebagai badan sepak bola dunia secara resmi menyatakan bahwa sepak bola lahir dari daratan Cina yaitu berawal dari permainan masyarakat Cina abad ke-2 sampai dengan ke-3 SM. Olah raga ini saat itu dikenal dengan sebutan “tsu chu “




Dalam salah satu dokumen militer menyebutkan, pada tahun 206 SM, pada masa pemerintahan Dinasti Tsin dan Han, masyarakat Cina telah memainkan bola yang disebut tsu chu. Tsu sendiri artinya “menerjang bola dengan kaki”. sedangkan chu, berarti “bola dari kulit dan ada isinya”. Permainan bola saat itu menggunakan bola yang terbuat dari kulit binatang, dengan aturan menendang dan menggiring dan memasukkanya ke sebuah jaring yang dibentangkan diantara dua tiang.







Versi sejarah kuno tentang sepak bola yang lain datangnya dari negeri Jepang, sejak abad ke-8, masyarakat disana telah mengenal permainan bola. Masyarakat disana menyebutnya dengan: Kemari. Sedangkan bola yang dipergunakan adalah kulit kijang namun ditengahnya sudah lubang dan berisi udara.
Menurut Bill Muray, salah seorang sejarahwan sepak bola, dalam bukunya The World Game: A History of Soccer, permainan sepak bola sudah dikenal sejak awal Masehi. Pada saat itu, masyarakat Mesir Kuno sudah mengenal teknik membawa dan menendang bola yang terbuat dari buntalan kain linen.
Sisi sejarah yang lain adalah di Yunani Purba juga mengenal sebuah permainan yang disebut episcuro, tidak lain adalah permainan menggunakan bola. Bukti sejarah ini tergambar pada relief-relief museum yang melukiskan anak muda memegang bola dan memainkannya dengan pahanya.
Sejarah sepak bola modern dan telah mendapat pengakuan dari berbagai pihak, asal muasalnya dari Inggris, yang dimainkan pada pertengahan abad ke-19 pada sekolah-sekolah. Tahun 1857 beridiri klub sepak bola pertama di dunia, yaitu: Sheffield Football Club. Klub ini adalah asosiasi sekolah yang menekuni permainan sepak bola.
Pada tahun 1863, berdiri asosiasi sepak bola Inggris, yang bernama Football Association (FA). Badan ini yang mengeluarkan peraturan permainan sepak bola, sehingga sepak bola menjadi lebih teratur, terorganisir, dan enak untuk dinikmati penonton.
Selanjutnya tahun 1886 terbentuk lagi badan yang mengeluarkan peraturan sepak bola modern se dunia, yaitu: International Football Association Board (IFAB). IFAB dibentuk oleh FA Inggris dengan Scottish Football Association, Football Association of Wales, dan Irish Football Association di Manchester, Inggris.
Sejarah sepak bola semakin teruji hingga saat ini IFAB merupakan badan yang mengeluarkan berbagai peraturan pada permainan sepak bola, baik tentang teknik permainan, syarat dan tugas wasit, bahkan sampai transfer perpindahan pemain.


diooda